Late Night Thought part 1

Image Source: Xiaomi Wallpaper Database

Mungkin sebagian dari kita pernah merasakan bahwa hidup yang kita jalani ini terasa datar, feeling empty atau malah cendrung useless. Kegiatan yang dilakukan pun malah seperti putaran, mulai dari bangun tidur lalu main hape, mengakses sosial media lalu kembali istirahat tidur malam. Tidak ada yang spesial dari kehidupan yang seperti itu, bahkan ketika kita sudah tahu bahwa yang kita lakukan ini sia-sia tapi kita tidak bisa melakukan apa-apa. Tidak bisa karena kita memang tidak punya kemampuan, tidak punya keahlian ataupun bakat. Ingin mempunyai suatu kemampuan, tapi kendala akan media, ingin jadi penulis tapi tidak punya pensil, ingin jadi pelukis tapi tidak punya kuas, atau bahkan ketika kita sudah punya semua namun yang kita tidak miliki hanyalah niat.

Niat merupakan salah satu hal yang paling penting untuk memulai sautu hal, semua manusia harus memiliki niat agar bisa mengerjakan suatu kegiatan atau bahkan pekerjaan yang diberikan bos atau atasan. Namun, ada sebagian orang yang tidak memiliki niat dalam mengerjakan suatu hal. Niat yang tidak muncul pada diri seseorang biasanya dikarenakan ia tidak mendapatkan sesuatu atas apa yang dikerjakannya, contohnya seperti gaji atau bahkan ucapan terima kasih.  Tapi, sekali lagi ada sebagian orang yang walaupun ia mendapatkan bayaran atas apa yang ia kerjakan, ia tetap saja tidak memilki niatan untuk mengerjakan sesuatu.

Jadi, apa yang menyebabkan seseorang tidak memiliki niatan atau bahkan kehilangan niatan atas sesuatu pekerjaan atau kegiatan? Apa yang seharusnya kita laukukan jika kita kehilangan niat atau bahkan tidak memiliki niat?

Saya pun tidak bisa menjawab, karena saya termasuk orang yang agak susah mempertahankan niat untuk melakukan sesuatu.

Tapi, yang saya tahu ketika seseorang kehilangan niat, maka ia akan kehilangan segalanya. Apa yang mereka semua inginkan takkan bisa terwujud jika tidak ada niatan. Money, fame, richest, wealth, atau bahkan jodoh, tidak ada yang tersentuh dalam kehidupan kita. Akhirnya kita menemukan jawaban pada kalimat-kalimat awal di tulisan ini bahwa penyebab perasaan useless and feeling empty adalah niatan yang ada pada diri kita sudah tidak ada atau bahkan tidak punya sama sekali.

Tidak ada yang bisa merubah kebiasaan yang ada pada diri kita kecuali diri kita sendiri, walau motivator sekelas dunia seperti Nick Vujicic datang kerumah kita dan teriak-teriak didepan kita. 

Maaf bila tulisan ini menjadi tidak jelas arah pembicaraannya dikarenakan ini pikiran tengah malam yang lag kacau dan tidak tahu harus dialihkan kemana pikiran ini. 

Iklan

Always be My Robin

Sebagian orang mungkin sudah mengenal siapa itu Robin
Bukan Robin seorang hero anak dari Batman yang bekerja membasmi penjahat di Kota Gotham,
Melainkan seorang karakter wanita di serial amerika How I Met Your Mother.
Jika belum mengenal, maka akan saya kenalkan.

Robin, adalah seorang wanita berkebangsaan kanada yang bekerja di bumi amerika dan bersahabat dengan 4 orang temannya yaitu Ted, Marshall, Lily dan Barney. Dalam serial tersebut, Robin bukan tokoh utama, tetapi dia mempunyai peran yang cukup penting dalam alur cerita serial tersebut.

Serial amerika yang memiliki 9 season ini bercerita mengenai seorang pria bernama Ted yang bekerja sebagai dosen arsitektur gedung. Di serial ini Ted menceritakan kisah perjalanan cintanya dan bagaimana ia bertemu dengan ibu dari kedua orang anaknya. Latar ketika ia bercerita kepada anaknya terjadi ketika tahun 2014 tetapi latar ketika terjadinya cerita adalah dari tahun 2005 menuju 2014.

Di serial keluaran 20th Century Fox ini, Robin yang bekerja sebagai reporter dan pembaca berita di stasiun televisi merupakan salah satu wanita yang pernah menjadi bagian hidupnya seorang Ted. Namun dengan berbagai alasan yang ada, mereka berpisah dan tetap berteman layaknya seorang sahabat dekat. Mereka selalu bercerita, saling menghubungi, dan mereka pun pernah saling beradu argumen dan mereka tetap setia sebagai seorang sahabat walaupun masing-masing dari mereka mempunyai pasangan. Tidak jarang beredar issue bahwa Robin adalah ibu dari kedua anaknya Ted. Lalu bagaimana cerita aslinya? Silakan anda menonton serialnya karna jika saya sebutkan itu termasuk ke dalam spoiler yang besar. Namun inti saya menceritakan ini adalah bukan dari segi ceritanya secara umum melainkan chemistry di antara Robin dan Ted.

Kita semua memiliki seorang teman, atau bisa dibilang seorang sahabat. Seseorang yang selalu kita andalkan dalam seluruh keadaan senang, sedih, terpuruk bahkan luka dan duka yang mendalam. Seseorang yang selalu memberi semangat, seseorang yang selalu memberikan masukan dan nasihat, seseorang yang mengkritik kita dengan sangat keras ketika kita melakukan kesalahan.

Suatu pertanyaan yang mendasar ketika kita memiliki sahabat seperti itu. Kenapa kita rela melakukan segalanya untuk dia? Apakah karna sayang? Atau karna cinta? Atau karna perasaan persahabatan biasa?
Ternyata perasaan itu yang menjadi salah satu penyebab kita terlalu memperhatikan dia. Mungkin kita menyimpan perasaan sayang kepada orang tersebut tetapi kita tidak mau menganggapnya sebagai seorang pasangan kita. Kita terlalu nyaman dengan hubungan persahabatan, sehingga terlalu takut untuk menginginkan hal yang lebih. Terlebih lagi dengan akibat apa yang akan terjadi ketika kita ingin meminta lebih, keadaan terburuknya adalah kita tidak akan kenal orang itu lagi.
Yap, benar, kehilangan seorang sahabat.

Belajar dari cerita Ted dan Robin, mereka memiliki perasaan yang sama, yaitu saling menyayangi. Namun takdir berkata lain, mereka tidak bisa bersatu karna satu hal yaitu terlalu nyaman dengan persahabatan. Mereka lebih mencintai persahabatan mereka dibanding ego mereka masing-masing. Kita pun bisa seperti itu terhadap Robin-kita, menyayanginya sebagai sahabat dan partner kehidupan. Asalkan masing-masing dari kalian tetap santai dan kalem atau bahkan tidak terlalu mau mengharapkannya.

Kekurangan pada dirimu adalah paramater pasangan terbaik untuk sahabatmu. Jika kau memiliki kekurangan, carilah pasangan yang tidak mempunyai kekurangan seperti mu untuk sahabatmu. Karna sahabat yang baik adalah sahabat yang selalu memberikan hal terbaik kepada sahabatnya.