Could You Help Me, Please?

“Masalahku ya masih seperti biasa, seputar pekerjaan atau kondisi tubuh.”

“Bukannya ku tak mau cerita, hanya saja aku takut kamu muak mendengar ceritaku yang tak ada bedanya dari waktu ke waktu.”

“Aku hanya ingin mencari teman berbincang agar masalahku hilang sejenak, setidaknya dengan cara seperti itu, aku merasa tenang untuk beberapa menit.”

“Maafkan keegoisanku, tapi aku tak mungkin bilang seperti ini atau memaksamu untuk berbicara kepada jika ini tidak berarti bagiku.”

“Dan sekali lagi ku tanyakan padamu …”

“…Could you help me, please?”

Iklan

Tujuan yang Teralih

Tujuan hidup ini berubah ketika menginjak usia 20.

Saat setengahnya sudah diketahui, saya menentukan cita-cita.

“Tak apa apa jika kau tidak berambisi penuh dalam hidup, setidaknya tentukanlah satu tujuan dalam hidupmu saat ini agar kau mempunyai alasan untuk tetap bernafas dengan nyaman”, ucapku dengan yakin.

Baca lebih lanjut

Late Night Thought

Image Source: Xiaomi Wallpaper Database

Mungkin sebagian dari kita pernah merasakan bahwa hidup yang kita jalani ini terasa datar, feeling empty atau malah cendrung useless. Kegiatan yang dilakukan pun malah seperti putaran, mulai dari bangun tidur lalu main hape, mengakses sosial media lalu kembali istirahat tidur malam. Tidak ada yang spesial dari kehidupan yang seperti itu, bahkan ketika kita sudah tahu bahwa yang kita lakukan ini sia-sia tapi kita tidak bisa melakukan apa-apa. Tidak bisa karena kita memang tidak punya kemampuan, tidak punya keahlian ataupun bakat. Ingin mempunyai suatu kemampuan, tapi kendala akan media, ingin jadi penulis tapi tidak punya pensil, ingin jadi pelukis tapi tidak punya kuas, atau bahkan ketika kita sudah punya semua namun yang kita tidak miliki hanyalah niat.

Baca lebih lanjut