The Killing Time

Terjaga diri sendiri sampai larut malam
Tak mengerti mengapa sampai terjadi
Waktu dengan santainya berjalan
Seolah-olah tak terasa kantuk ini

Terpikirkan untuk merangkai kata-kata
Membuka lembaran kertas dan ujung pena
Menulis cerita yang penuh rekayasa
Untuk membunuh waktu yang ada

Baca lebih lanjut

Iklan

Always be My Robin

Sebagian orang mungkin sudah mengenal siapa itu Robin
Bukan Robin seorang hero anak dari Batman yang bekerja membasmi penjahat di Kota Gotham,
Melainkan seorang karakter wanita di serial amerika How I Met Your Mother.
Jika belum mengenal, maka akan saya kenalkan.
Robin, adalah seorang wanita berkebangsaan kanada yang bekerja di bumi amerika dan bersahabat dengan 4 orang temannya yaitu Ted, Marshall, Lily dan Barney. Dalam serial tersebut, Robin bukan tokoh utama, tetapi dia mempunyai peran yang cukup penting dalam alur cerita serial tersebut.
Serial amerika yang memiliki 9 season ini bercerita mengenai seorang pria bernama Ted yang bekerja sebagai dosen arsitektur gedung. Di serial ini Ted menceritakan kisah perjalanan cintanya dan bagaimana ia bertemu dengan ibu dari kedua orang anaknya. Latar ketika ia bercerita kepada anaknya terjadi ketika tahun 2014 tetapi latar ketika terjadinya cerita adalah dari tahun 2005 menuju 2014.

Di serial keluaran 20th Century Fox ini, Robin yang bekerja sebagai reporter dan pembaca berita di stasiun televisi merupakan salah satu wanita yang pernah menjadi bagian hidupnya seorang Ted. Namun dengan berbagai alasan yang ada, mereka berpisah dan tetap berteman layaknya seorang sahabat dekat. Mereka selalu bercerita, saling menghubungi, dan mereka pun pernah saling beradu argumen dan mereka tetap setia sebagai seorang sahabat walaupun masing-masing dari mereka mempunyai pasangan. Tidak jarang beredar issue bahwa Robin adalah ibu dari kedua anaknya Ted. Lalu bagaimana cerita aslinya? Silakan anda menonton serialnya karna jika saya sebutkan itu termasuk ke dalam spoiler yang besar. Namun inti saya menceritakan ini adalah bukan dari segi ceritanya secara umum melainkan chemistry di antara Robin dan Ted.
Kita semua memiliki seorang teman, atau bisa dibilang seorang sahabat. Seseorang yang selalu kita andalkan dalam seluruh keadaan senang, sedih, terpuruk bahkan luka dan duka yang mendalam. Seseorang yang selalu memberi semangat, seseorang yang selalu memberikan masukan dan nasihat, seseorang yang mengkritik kita dengan sangat keras ketika kita melakukan kesalahan.
Suatu pertanyaan yang mendasar ketika kita memiliki sahabat seperti itu. Kenapa kita rela melakukan segalanya untuk dia? Apakah karna sayang? Atau karna cinta? Atau karna perasaan persahabatan biasa?
Ternyata perasaan itu yang menjadi salah satu penyebab kita terlalu memperhatikan dia. Mungkin kita menyimpan perasaan sayang kepada orang tersebut tetapi kita tidak mau menganggapnya sebagai seorang pasangan kita. Kita terlalu nyaman dengan hubungan persahabatan, sehingga terlalu takut untuk menginginkan hal yang lebih. Terlebih lagi dengan akibat apa yang akan terjadi ketika kita ingin meminta lebih, keadaan terburuknya adalah kita tidak akan kenal orang itu lagi.
Yap, benar, kehilangan seorang sahabat.
Belajar dari cerita Ted dan Robin, mereka memiliki perasaan yang sama, yaitu saling menyayangi. Namun takdir berkata lain, mereka tidak bisa bersatu karna satu hal yaitu terlalu nyaman dengan persahabatan. Mereka lebih mencintai persahabatan mereka dibanding ego mereka masing-masing. Kita pun bisa seperti itu terhadap Robin-kita, menyayanginya sebagai sahabat dan partner kehidupan. Asalkan masing-masing dari kalian tetap santai dan kalem atau bahkan tidak terlalu mau mengharapkannya.
Kekurangan pada dirimu adalah paramater pasangan terbaik untuk sahabatmu. Jika kau memiliki kekurangan, carilah pasangan yang tidak mempunyai kekurangan seperti mu untuk sahabatmu. Karna sahabat yang baik adalah sahabat yang selalu memberikan hal terbaik kepada sahabatnya.